third part...
"HEI!"
dia berseru padaku..
"bintang jatuh!"
"i..iya"
sahutku..
ini anak daritadi masih aja ngliatin langit..
begitu terpananya dia dgn langit malam, cahaya bintang, dan bulan..
yaahh...
biarin dah!
aku udah ngantuk nihh!!
begitu mataku udah mulai terpejam,dia kembali berseru padaku..
"HEI!"
"lihat tuh!!"
"iya...iya...bintang kan??"
"aku mau tidur nih,udah hampir fajar jg..."
keluhku..
"HEIII!!"
terdengar lagi teriakannya..
"APA SIH??!"
tanyaku penuh amarah..
namun kagetnya,dia sudah lenyap...
clingak-clinguk aku cari dia..
di dalam rumah,
di sekitar teras,
bahkan di dalam kemeja ku pun nggak ada...
hampir aku berteriak memanggil namanya,
namun sesaat aku mendaengar suaranya lagi..
"mencariku?"
dengan sedikit ragu,aku menyahut suaranya..
"di..dimana??"
"ka...kamu dimana??"
hening sejenak...
...
"he..hei jangan bercanda!"
"ini g lucu!"
"he..he.."
masih aku dengan nada bergetar yang mencoba untuk tertawa..
"kau tahu ini semua tak nyata.."
muncul lagi suara tanpa tubuh itu,
bulu romaku kini mulai berdiri lagi..
"he?"
"kamu ngomong apa sih?"
dengan berusaha untuk lebih tenang,aku menimpalinya..
"sebenarnya kau sudah sadar dari dulu kan?"
dia melanjutkan kata-katanya,seakan-akan tidak memperdulikan pertanyaanku..
....
kini aku hanya terdiam memikirkan kata-katanya..
dia melanjutkan,
"kau tahu semua itu hanyalah imajinasi dr penciptamu.."
"bulan, bintang, cahaya, rumah, kursi, bahkan gadis dibalik pintu (baca note ke 2 - red) itupun tidak nyata!"
...
aku mulai tertunduk diam,
seakan-akan membenarkan ucapannya..
"JAWAB AKU!!"
dia membentakku..
"kau tahu kan,bahwa aku..."
dia tidak melanjutkan kata-katanya...
aku mulai memejam eratkan kedua mataku untuk menahan air mata yg kurasa sudah mulai menitik di kemejaku..
menggigit bibirku sendiri...
dan ku masih tidak mampu bicara..
hanya hening..
....
(hening)
lama kiranya kami terdiam..
namun akhirnya dengan wajah yg mulai kuangkat, dan mata yg sedikit kubuka,
aku mampu berbicara...
pelan...
"ya..."
"kaupun jg tidak nyata.."
air mata kembali menitik di kemejaku,
tp bukan air mataku,
dia jg menangis..
tepat di depanku...
"tp kita tetap bisa bersatu!"
hiburku, sambil meraih kedua pundaknya dengan kedua tanganku..
"kita bisa habiskan tiap malam hanya untuk melihat bulan.."
"kita bisa berangan-angan bareng.."
"kita bisa berbagi satu sama lain.."
"kita bisa...."
belum sempat aku menyelesaikan kalimatku,
dia menaruh satu jari telunjuknya di bibirku..
pelan, dia gelengkan kepalanya..
"bukan.."
"ini bukan jalanmu.."
"semua kepalsuan yg kau dapatkan tidak akan memberimu arti!"
"tapi...tapi...tapi kau memberiku arti, dik!"
aku mencoba membantahnya,
"itu BUKAN aku!"
dia membantahku dengan lebih tegas,
"aku hanyalah bentuk dari keinginanmu selama ini!"
"mungkin kau kira selama ini aku yg mengajarimu.."
"itu salah! kaulah yg mengajari dirimu sendiri.."
....
aku mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah itu..
aku mulai berjalan untuk mencari jalanku..
aku slalu teringat ucapannya sebelum dia benar-benar pergi..
"aku yg sebenarnya hanyalah gadis lemah,dik.."
"tolong aku..temukan aku..."
entah apa maksudnya dengan hadir saat aku melakukan penantianku,
datang, kemudian pergi seenaknya!
emang aku buka jasa penginapan apa??
*bla..bla..bla..bla..bla..*
hmmf,
sepanjang perjalanan aku terus manyun dan banyak menggerutu..
yahh...
(sambil ku usap-usap rambutku yg berantakan)
aku emang g tau apa yg dia pikirkan, untuk apa dia hadir, dr mana dia, dan dimana dia sekarang..
tp hanya satu yg terpikirkan dr kepergiannya...
"dia terlalu indah untuk menjadi nyata..."
*Kenyataan*
-to be continued-
Friday, April 22, 2011
Browse » Cahaya dan Bulan
Malam dari dan untuk Dika.. (kenyataan)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment