Posts Subscribe to (PUT YOUR BLOG NAME HERE)Comments

Friday, April 22, 2011

numpang lewat deh..

Taaa-daaaa...!!

akhirnya ter-posting juga story yang ketiga dan keempat.. *maklum blog lama ga keurus nih :p
sampe2 suatu hari ada yang temen yang sempet tanya ke aku,

"kowe ki nggawe blog kanggo opo sih? rak tau dirumat, rak digawe apik, posting wae nembe 3. rak niat gawe blog."


anuu... yang diatas itu pake bahasa daerah.. liat subtitlenya dibawah yaa.. :p

"kamu tu bikin blog buat apa? ga pernah dirawat, ga pernah dihias, posting aja baru cuman 3. ga niat bikin blog."


aku cuman senyum nanggepin pertanyaan kek gitu..
yaa... mungkin karna alasan sebenernya aku bikin blog bukan untuk memamerkan keindahan melalui code2 programing yang rumitnya minta ampun (aku ga mudeng sih :p).
aku bikin blog ini hanya untuk menikam kebosanan saat aku senggang, dan aku memang butuh suatu media untuk menumpahkan, mencurahkan, membeberkan dan mengucurkan cerita2 hidup dimana banyak memori yang sangat berharga buat aku serta orang2 didekatku.
disaat kamera tak sempat mengabadikan segalanya, maka tulisan2 seperti inilah yang akan menahannya untuk tinggal lebih lama di memori kita.. :)

regrads,
Dika

Read More “numpang lewat deh..”  »»

Malam dari dan untuk Dika.. (gadis hujan)

fourth part...


"huhh, cukup jauh juga.."

aku mengeluh pada diriku sendiri.



setelah berjalan cukup jauh, aku baru menemukan adanya kehidupan lain, sebuah komunitas, mungkin beberapa, banyak, ahh yg jelas cukup besar.



dan ternyata sejauh ini aku terpisah dari mereka..



yahh aku ga tahu kenapa bisa begitu jauh, entah apa yg ada dalam pikiran penciptaku.



sudahlah, lupakan hal itu.

mari kita kenali daerah ini.



hemm, sepertinya ini sebuah pasar malam.



aku melanjutkan langkah kakiku, mencari tempat untuk sejenak melepas penat.




"hujan!"



kudengar teriakan dari arah belakangku.



dan benar, orang-orang pun mulai berlarian untuk mencari tempat berteduh.



tanpa sadar akupun juga ikut panik.

clingak-clinguk, kutengok samping kanan dan kiriku, dan sampai akhirnya aku menengok kebelakang..



kulihat dia berlari melawatiku..



"dika.."



suaraku tertahan karena kaget.

bahkan aku sempat terdiam beberapa detik sebelum aku akhirnya memutuskan untuk mengejarnya.



jauh kiranya aku berlari mengejarnya.

aku menghentikan lariku.

aku tertinggal jauh dan kehilangan jejaknya.

yg kutahu dia masuk gang bercat merah tua itu, jauh dari tempatku berpapasan dengannya.



tanpa berpikir lagi, aku memasuki gang itu.



kususuri sepanjang gang.

agak sempit..

tembok-tembok rumahnya kusam seperti sudah lama ditinggalkan penghuninya..

dan disinipun masih hujan, bahkan semakin deras.



dan aku hampir terkejut ketika kulihat seorang cewe berdiri mematung di tengah jalan gang.

dia berdiri menghadap sebuah rumah di ujung gang.

terlihat seperti sedang menunggu sesuatu.




dika?



bukan, dia sedikit pendek dan lebih kurus dari dika.



ah siapa peduli, lebih baik aku mencari dika.

kemungkinan rumahnya ada di gang ini.



dengan teliti aku mencari rumah demi rumah.




akhirnya, aku menemukan sebuah rumah yg di terasnya masih tertinggal sepasang sandal kotor bekas lumpur di pasar malam.



ini pasti sandalnya..

aku meyakinkan diriku sendiri.

aku tidak sabar ingin menemuinya.



tapi..



ini sudah larut, lampu di rumahnya pun udah dimatikan.



yahh mungkin lebih baik aku berteduh disini dan menunggu sampai pagi tiba.




"huh, bajuku basah kuyup..

masuk angin nih!"



brr, dingin..

aku mencoba untuk lebih masuk ke teras agar tidak terkena air hujan.




agaknya, ada pemandangan yg sepertinya ganjil di gang ini..



cewe yg kulihat tadi masih tetap berdiri mematung!

sekitar 2-3 rumah jaraknya dari sini.



"dasar gila, ujan-ujan gini.."



aku menggelengkan kepalaku.




sambil kembali memeras kemejaku yg basah, aku kembali memperhatikan cewe itu.



sepertinya dia sedang memandang sesuatu dari jendela rumah yg masih terbuka itu.



tapi kenapa dia tidak mengetuk pintu rumah itu saja?

kenapa dia harus berdiri dan hanya memandang?

toh lampu dirumah itu masih menyala terang..



pertanyaan-pertanyaan ini satu demi satu masuk di otakku.




tiba-tiba dia membuka mulutnya, mungkin bermaksud untuk memanggil seseorang yg dia lihat di dalam rumah itu.

namun dengan cepat tangannya menyekap mulutnya sendiri, seakan menahan suara yg hendak dikeluarkan.



aneh, gila, psycho..

itulah yg aku pikir tentangnya.

beberapa saat kemudian dia seperti hendak membuka mulutnya, namun diurungkannya kembali.



berulang kali dia seperti itu.

namun untuk yg keempatkali menahan teriakan, dia jatuh tersimpuh.



aku kaget dan hampir keluar dari teras untuk menolongnya.

namun kuurungkan karna keadaan masih hujan deras.




"HEI!!"



aku berteriak, berusaha memanggilnya dari teras.

namun sepertinya dia tidak mendengar.

wajahnya tertunduk..



agak lama, dengan perlahan akhirnya dia berdiri lagi.




"aku heran, sebenernya ada apa sih dengan cewe psycho itu?

apa di..."



aku kembali kaget dan menghentikan kata-kataku karna melihat dia kembali jatuh.



kali ini aku benar-benar ingin menolongnya, tapi tiba-tiba dia sudah berdiri lagi.




beberapa kali dia jatuh tersimpuh dan kembali berdiri sendiri seperti orang aneh.

aku ga habis pikir kenapa..

dan akupun juga ga sempet nolong dia, apalagi masi hujan gini.

kinipun dia masih terjatuh lagi, udah lama tapi ga..



aku menghentikan lamunanku dan segera berlari kearahnya yg dari tadi jatuh dan tidak bergerak sama sekali.



apa dia mati?

pikirku..




"HEI BANGUN!!"



teriakku sambil menengadahkan wajahnya.



dia masih sadar..



agak menggigil, dia menggigit bibirnya yg mulai biru karna kedinginan,

matanya sendu..

seperti mengeluarkan air mata.

tapi aku ga tahu, apakah air mata atau air hujan yg menetes di pipinya.



kuraih tangannya dan membantunya berdiri,



BERAT..!!



padahal dia cuma seorang cewe mungil yg kurus, tapi entah mengapa terasa begitu berat hanya untuk membantunya berdiri.



setelah membantunya berdiri, aku gandeng tangannya, bermaksud untuk mengajaknya ikut berteduh.



namun tubuhnya tak mau beranjak..




"ayo berteduh!"



kataku dengan setengah teriak.




dia menggeleng kepalanya pelan..



"aku ingin menunggu.."



jawabnya pelan, hampir tidak terdengar.




aku ngotot,

"kita kan bisa nunggu disana (sambil nunjuk teras rumah dika), kenapa harus hujan.."



melihatnya tersenyum membuatku menghentikan kata-kataku..




"hujan.. tiap tetesannya seakan menyadarkanku untuk bangun kembali.."


"semakin terpuruk, maka akan semakin besar hujan yg turun.."


"saat itulah aku tahu, betapa besar keinginan hujan untuk menyadarkanku.."




"aku kuat bersama-nya!"




mendengarnya, membuatku menggenggam tangannya lebih erat..

bukan untuk mengajaknya pergi, tapi untuk menemaninya disini..



malam itu aku habiskan bersama dia dan hujan..



daripada memberi dia keteduhan, aku lebih memilih menikmati hujan dengannya..



karena dia "Gadis Hujan"





di sebuah desember aku kembali teringat lagu yg pernah kita nyanyikan bersama..




"Remember the rain toki ga tomatta mama

Zutto samenai yume wo miteiru

Me wo tojireba kawaranu kimi ga kokoro wo nurasu

Zawameku machi kyo mo ame ga utau.."



"Remember the rain

the time has stopped

forever in a dream from wich you won't wake up

if I close my eyes, you, who are always the same, soak into my heart

Today, in the noisy street, the rain sings too.."




"Deluhi - Remember the Rain"













Rain's next to me..

Read More “Malam dari dan untuk Dika.. (gadis hujan)”  »»

Malam dari dan untuk Dika.. (kenyataan)

third part...

"HEI!"

dia berseru padaku..

"bintang jatuh!"


"i..iya"

sahutku..

ini anak daritadi masih aja ngliatin langit..

begitu terpananya dia dgn langit malam, cahaya bintang, dan bulan..


yaahh...
biarin dah!
aku udah ngantuk nihh!!

begitu mataku udah mulai terpejam,dia kembali berseru padaku..


"HEI!"
"lihat tuh!!"



"iya...iya...bintang kan??"
"aku mau tidur nih,udah hampir fajar jg..."

keluhku..



"HEIII!!"

terdengar lagi teriakannya..


"APA SIH??!"

tanyaku penuh amarah..
namun kagetnya,dia sudah lenyap...



clingak-clinguk aku cari dia..
di dalam rumah,
di sekitar teras,
bahkan di dalam kemeja ku pun nggak ada...


hampir aku berteriak memanggil namanya,
namun sesaat aku mendaengar suaranya lagi..


"mencariku?"


dengan sedikit ragu,aku menyahut suaranya..

"di..dimana??"
"ka...kamu dimana??"




hening sejenak...


...



"he..hei jangan bercanda!"
"ini g lucu!"
"he..he.."

masih aku dengan nada bergetar yang mencoba untuk tertawa..



"kau tahu ini semua tak nyata.."



muncul lagi suara tanpa tubuh itu,
bulu romaku kini mulai berdiri lagi..

"he?"
"kamu ngomong apa sih?"

dengan berusaha untuk lebih tenang,aku menimpalinya..



"sebenarnya kau sudah sadar dari dulu kan?"

dia melanjutkan kata-katanya,seakan-akan tidak memperdulikan pertanyaanku..


....
kini aku hanya terdiam memikirkan kata-katanya..



dia melanjutkan,

"kau tahu semua itu hanyalah imajinasi dr penciptamu.."

"bulan, bintang, cahaya, rumah, kursi, bahkan gadis dibalik pintu (baca note ke 2 - red) itupun tidak nyata!"


...
aku mulai tertunduk diam,
seakan-akan membenarkan ucapannya..



"JAWAB AKU!!"


dia membentakku..



"kau tahu kan,bahwa aku..."

dia tidak melanjutkan kata-katanya...



aku mulai memejam eratkan kedua mataku untuk menahan air mata yg kurasa sudah mulai menitik di kemejaku..

menggigit bibirku sendiri...

dan ku masih tidak mampu bicara..
hanya hening..



....
(hening)


lama kiranya kami terdiam..

namun akhirnya dengan wajah yg mulai kuangkat, dan mata yg sedikit kubuka,
aku mampu berbicara...

pelan...



"ya..."
"kaupun jg tidak nyata.."




air mata kembali menitik di kemejaku,
tp bukan air mataku,

dia jg menangis..
tepat di depanku...



"tp kita tetap bisa bersatu!"


hiburku, sambil meraih kedua pundaknya dengan kedua tanganku..



"kita bisa habiskan tiap malam hanya untuk melihat bulan.."

"kita bisa berangan-angan bareng.."

"kita bisa berbagi satu sama lain.."


"kita bisa...."


belum sempat aku menyelesaikan kalimatku,
dia menaruh satu jari telunjuknya di bibirku..


pelan, dia gelengkan kepalanya..



"bukan.."
"ini bukan jalanmu.."

"semua kepalsuan yg kau dapatkan tidak akan memberimu arti!"



"tapi...tapi...tapi kau memberiku arti, dik!"


aku mencoba membantahnya,



"itu BUKAN aku!"

dia membantahku dengan lebih tegas,


"aku hanyalah bentuk dari keinginanmu selama ini!"


"mungkin kau kira selama ini aku yg mengajarimu.."

"itu salah! kaulah yg mengajari dirimu sendiri.."




....





aku mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah itu..

aku mulai berjalan untuk mencari jalanku..



aku slalu teringat ucapannya sebelum dia benar-benar pergi..


"aku yg sebenarnya hanyalah gadis lemah,dik.."


"tolong aku..temukan aku..."



entah apa maksudnya dengan hadir saat aku melakukan penantianku,

datang, kemudian pergi seenaknya!

emang aku buka jasa penginapan apa??
*bla..bla..bla..bla..bla..*


hmmf,


sepanjang perjalanan aku terus manyun dan banyak menggerutu..




yahh...
(sambil ku usap-usap rambutku yg berantakan)


aku emang g tau apa yg dia pikirkan, untuk apa dia hadir, dr mana dia, dan dimana dia sekarang..




tp hanya satu yg terpikirkan dr kepergiannya...



"dia terlalu indah untuk menjadi nyata..."






*Kenyataan*
-to be continued-










Read More “Malam dari dan untuk Dika.. (kenyataan)”  »»

Thursday, June 3, 2010

Malam dari dan untuk Dika... (arti malam)

second part...

yaaahh...
penantian lagi..penantian lagi..
sekali lagi hidup ku penuh dengan penantian...

bukannya mau mutung dan tidak bersyukur...
tapi kenapa harus lagi dan lagi?


sambil on the way duduk bersandar di pagar teras rumah dan ngelirik si 'gadis bulan' yang masih aja memandangi langit,aku g berhenti mikir..

tp ternyata lama-lama cape juga mikir..



huufft...

kuhembus nafas panjang..



yeah,mungkin tuhan baru bisa ngasih segini...



sesimple itu aku ngambil jawaban,
yah,namanya juga cape!


daripada mikir itu,mending aku cerita tentang si 'gadis bulan' aja...
(hehe,aku menyebut dia 'gadis bulan'..)


engg..
tp sebelumnya aku mau garuk-garuk kepala dulu y...

gatal nih..
pa gara-gara aku jarang mandi?


halah!
malah mbahas begituan!
g sopan!
wes...wes...!!
kembali ke laptop!



humm...
(masih sambil garuk-garuk)

dia...
namanya dika,


umur,
g tw...


asal,
jg g tw..


golongan darah,
apalagi itu!


haisyah,mau cerita kok malah serba g tw!



wes...wes...

aku cerita tentang diriku sajalah..


tak apa-apa kan??

tak keberatan kan??


tp ceritanya panjang lho!

yg g mampu mbaca mending langsung ninggal comment aja,
timbang mumet??



.....



oke dah,bwt yg masih nimbrung...

namaku dika,


umur,
sebaya kalian..


apa??

namaku dan dia sama??


yaa...
memang sih,
but it doesn't mean anything..


lanjuuutt...


asal,
dr imajinasi orang di dunia nyata sana..


pekerjaan,
apa ya??
selama ini aku cuma di kasih job 'menanti' sih..
jd aku selama ini cuma duduk di kursi dalam rumah..

yah,awalnya sih aku di suruh nunggu seseorang keluar dari pintu ruang tamu..

tp sampai sekarang udah hampir dua tahun,belum pernah sekalipun pintu itu dibuka...


pernah suatu saat aku beranjak dari kursiku dan mencoba mengetuk pintu itu,

awalnya ragu...
tp karena rasa penasaran dan ketidaksabaranku,aku memantapkan diri..


pelan-pelan...
dengan hati-hati aku berjalan kearahnya..

tiba-tiba keringat dingin mulai membasahi tangan kanan ku yg tinggal satu inchi dari pintu tersebut...


hampir aja aku mengurungkan niat ku untuk mengetuk,


tp sudah terlanjur...

dengan setengah gemetar kuketuk pintu itu,
pelan...


*tukk......*tukk



"SIAPA ITU?!!"


suara teriakan penuh amarah tiba-tiba menggema di telingaku!

suara itu berasal dari balik pintu!

seorang gadis...

kini keringat dingin mulai keluar dari kedua pelipis ku...


saat aku mulai menyadari itu,tiba-tiba sayup terdengar isakan tangis...

*hik...
...


lagi...

*hik...
....*hik



makin jelas...

*Hikk....
....*HIKK..



dia,

*glekh..
(aku menelan ludah..)

dia menangis??


kini keringat ku makin banyak..



"kenapa...."
...*hikk..

masih dengan isak tangis namun lebih pelan,dia mencoba berbicara....

"Kenapa...?!"

dengan nada mulai tinggi..


"KENAPA KAMU MASIH DISITU?!!"
"BUKANNYA AKU SUDAH MENGUSIRMU?!!"

*Hikk..

"KAMU...!"
"KAMU MEMANG LAKI-LAKI BRENGSEK!!"

"BAJINGAN!!"

"KAMU NINGGALIN AKU DISINI!!"
"KEMUDIAN DENGAN SEENAKNYA MASUK RUMAH KU?!!"

"DASAR KAMUHK...."

"UHUK...UHUKK!!"

dia terbatuk..
mungkin karena dia marah sambil menahan isak tangisnya...


aku bingung...
aku g tau apa-apa...
saat itu yg kupikirkan cuma memberi penjelasan...

dengan suara tipis gemetar,aku akhirnya mampu bersuara..

"a...ak...akuu..."


....


"dik...."

tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku,saat si 'gadis bulan' mencoba menyadarkanku..


"kamu kok nglamun?"

dengan sedikit membungkuk dia menatapku dengan alis sedikit diangkat keatas..


"e..enggak apa-apa kok.."

dengan nada agak linglung aku menjawab..

"biasa...lagi pengen nglamun..."

aku menambahi...


"hmmph.."
dia setengah tertawa..

"biar berlalu..."
dia memulai kata-katanya..

"semua punya kehidupan masing-masing,dik..."

lagi-lagi dengan senyum tipisnya dia mengajariku...


aku diam dan berusaha mencerna kata-katanya..

agak lama kiranya,perlahan aku mulai mengerti...

"ya.."
aku menimpali,
dan kusambung...

"semua...!"
"manusia, hewan, tumbuhan, batu, bahkan kursi yg sudah kududuki selama dua tahun inipun punya kehidupan.."

"tidak peduli itu bernyawa atau tidak.."
"semua punya jalan masing-masing.."


"g seharusnya kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.."

"batu di jalan yang tak punya nyawa pun kadang di tendang orang, terkikis hujan, atau bahkan ditumbuhi lumut hijau..."
"kenapa manusia, makhluk hidup paling sempurna, hanya bisa berdiam diri layaknya benda mati?"



maafkan aku..
aku g bisa meneruskan pekerjaan ini..

walau aku cuma imajinasimu,
tp aku juga punya kehidupan disini..

"dan kau,dik..."
"yg telah 'memberi' kehidupan.."


dia hanya tersenyum..
dan aku mulai mengakui perasaan ini...



""mati bukan berarti 'tak hidup'..
hidup bukan berarti 'tak mati'..""



itulah arti malam...






*Arti Malam*
-to be continued-

Read More “Malam dari dan untuk Dika... (arti malam)”  »»

Tuesday, April 27, 2010

malam dari dan untuk dika... (cahaya bulan)

this is the first part.....

akhirnya yg aku lakukan hanya duduk terdiam menantinya...

didalam kehangatan rumahnya,walau kurasa agak dingin...

kursi kosong untuknya pun hanya dapat ku putar dengan bunyi bising berdecit...


apakah selamanya kan seperti ini?
apakah hanya ini yg bisa Kau berikan,Tuhan?


JAH!


aku sempat menyesali kehidupan ku akan penantian!
aku capek,aku lelah,aku bo..sss
(aku menghentikan kata2 ku)


hening...
*gruuduk...gruuduk...
(suara tikus berkeluyuran di loteng)
hening lg...
masih diam terpaku..


sampai akhirnya aku mampu mengkrenyitkan jidat,dan segera ku memulai pertanyaan,


apakah ini nyata?


aku menatapnya..
seorang gadis berdiri di teras rumah,membelakangiku..


tunggu!


apa barusan aku ngomong tentang seorang gadis?
gadis??

hee bagaimana bisa gadis itu muncul?

ini kan dunia khayalan ku?
jd ngga mungkin seseorang bisa masuk seenaknya!

tp nyatanya dia memang bener2 muncul gitu aja..


penasaran,kuamati dirinya..
dengan tenangnya dia hanya memandang ke atas..

mengamati apa toh?
mendung gini kan ngga da bintang!
dasar cewek aneh,pikirku..
yaah,tp rasa penasaranku mulai berontak..

"deketin aja laahh.."

entah malaikat atau setan yg ngomong (pasti setan..),tp yg jelas aku bergegas memakai sandal ku dan berjalan agak mengendap kearahnya..


"ehem..!"

berdiri disampingnya dan kumulai..

"siapa y?"

"kita pernah ketemu?"

"masuk dari mana ik,kok tiba2 nongol?"

"aku punya utang sama kamu y?"

baru aja ngomong,udah tak kasih pertanyaan segitu banyaknya..

hee yo ben!

penasaran jee!

eh,tp kok dia malah senyam senyum ngliat langit gitu?
pertanyaan ku ngga digubris babar blas!


hmmm...
(berpikir...berpikir...)


*CLING
(efek suara kalo orang punya ide)


"umm..langitnya bagus y?"
(STSN, Sok Tahu nan Sok Nyambung)


namun dengan entengnya dia menyahut...


"langitnya mendung,emang apa yg bagus?"
"kan nutupin bintang.."


sialan..!
ni cewek diajak ngomong malah jawabannya ngga enak banget!

suebeeell rasanya!!
rasanya pengen tak...
(menghentikan kata2 ku..)




"bulan..."



dengan pelan hampir berbisik dia berkata dan tersenyum tipis kepadaku....



lama kiranya kita bertatap mata
.....


dan aku terdiam karenanya....


dan aku.....


aku......


.....














dan akhirnya aku memulai penantian baru..


bukan penantian BLT, THR, ataupun gaji ke 13..


tp penantian dibawah malam atas dirinya yg telah memberi arti..

dia mengajariku yg selama ini hanya duduk dirumah dalam sebuah penantian..
tanpa pernah mengerti arti malam..

dia mengajarkan ku...
bahwa...


"bukan karena bintang,matahari ataupun lampu2 kota,malam begitu terang..."

"ya..."

"tp karena bulan.."

"ya..."



"Cahaya Bulan..."


bukan begitu sayang??















*Cahaya Bulan*

-to be continued-

Read More “malam dari dan untuk dika... (cahaya bulan)”  »»

 

Followers

Dark Side Blogger Template

Dark Side Blogger Template

Dark Side Blogger Template

Dark Side Blogger Template Copyright 2009 - Cahaya dan Bulan is proudly powered by Blogger.com Edited By Belajar SEO