second part...
yaaahh...
penantian lagi..penantian lagi..
sekali lagi hidup ku penuh dengan penantian...
bukannya mau mutung dan tidak bersyukur...
tapi kenapa harus lagi dan lagi?
sambil on the way duduk bersandar di pagar teras rumah dan ngelirik si 'gadis bulan' yang masih aja memandangi langit,aku g berhenti mikir..
tp ternyata lama-lama cape juga mikir..
huufft...
kuhembus nafas panjang..
yeah,mungkin tuhan baru bisa ngasih segini...
sesimple itu aku ngambil jawaban,
yah,namanya juga cape!
daripada mikir itu,mending aku cerita tentang si 'gadis bulan' aja...
(hehe,aku menyebut dia 'gadis bulan'..)
engg..
tp sebelumnya aku mau garuk-garuk kepala dulu y...
gatal nih..
pa gara-gara aku jarang mandi?
halah!
malah mbahas begituan!
g sopan!
wes...wes...!!
kembali ke laptop!
humm...
(masih sambil garuk-garuk)
dia...
namanya dika,
umur,
g tw...
asal,
jg g tw..
golongan darah,
apalagi itu!
haisyah,mau cerita kok malah serba g tw!
wes...wes...
aku cerita tentang diriku sajalah..
tak apa-apa kan??
tak keberatan kan??
tp ceritanya panjang lho!
yg g mampu mbaca mending langsung ninggal comment aja,
timbang mumet??
.....
oke dah,bwt yg masih nimbrung...
namaku dika,
umur,
sebaya kalian..
apa??
namaku dan dia sama??
yaa...
memang sih,
but it doesn't mean anything..
lanjuuutt...
asal,
dr imajinasi orang di dunia nyata sana..
pekerjaan,
apa ya??
selama ini aku cuma di kasih job 'menanti' sih..
jd aku selama ini cuma duduk di kursi dalam rumah..
yah,awalnya sih aku di suruh nunggu seseorang keluar dari pintu ruang tamu..
tp sampai sekarang udah hampir dua tahun,belum pernah sekalipun pintu itu dibuka...
pernah suatu saat aku beranjak dari kursiku dan mencoba mengetuk pintu itu,
awalnya ragu...
tp karena rasa penasaran dan ketidaksabaranku,aku memantapkan diri..
pelan-pelan...
dengan hati-hati aku berjalan kearahnya..
tiba-tiba keringat dingin mulai membasahi tangan kanan ku yg tinggal satu inchi dari pintu tersebut...
hampir aja aku mengurungkan niat ku untuk mengetuk,
tp sudah terlanjur...
dengan setengah gemetar kuketuk pintu itu,
pelan...
*tukk......*tukk
"SIAPA ITU?!!"
suara teriakan penuh amarah tiba-tiba menggema di telingaku!
suara itu berasal dari balik pintu!
seorang gadis...
kini keringat dingin mulai keluar dari kedua pelipis ku...
saat aku mulai menyadari itu,tiba-tiba sayup terdengar isakan tangis...
*hik...
...
lagi...
*hik...
....*hik
makin jelas...
*Hikk....
....*HIKK..
dia,
*glekh..
(aku menelan ludah..)
dia menangis??
kini keringat ku makin banyak..
"kenapa...."
...*hikk..
masih dengan isak tangis namun lebih pelan,dia mencoba berbicara....
"Kenapa...?!"
dengan nada mulai tinggi..
"KENAPA KAMU MASIH DISITU?!!"
"BUKANNYA AKU SUDAH MENGUSIRMU?!!"
*Hikk..
"KAMU...!"
"KAMU MEMANG LAKI-LAKI BRENGSEK!!"
"BAJINGAN!!"
"KAMU NINGGALIN AKU DISINI!!"
"KEMUDIAN DENGAN SEENAKNYA MASUK RUMAH KU?!!"
"DASAR KAMUHK...."
"UHUK...UHUKK!!"
dia terbatuk..
mungkin karena dia marah sambil menahan isak tangisnya...
aku bingung...
aku g tau apa-apa...
saat itu yg kupikirkan cuma memberi penjelasan...
dengan suara tipis gemetar,aku akhirnya mampu bersuara..
"a...ak...akuu..."
....
"dik...."
tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku,saat si 'gadis bulan' mencoba menyadarkanku..
"kamu kok nglamun?"
dengan sedikit membungkuk dia menatapku dengan alis sedikit diangkat keatas..
"e..enggak apa-apa kok.."
dengan nada agak linglung aku menjawab..
"biasa...lagi pengen nglamun..."
aku menambahi...
"hmmph.."
dia setengah tertawa..
"biar berlalu..."
dia memulai kata-katanya..
"semua punya kehidupan masing-masing,dik..."
lagi-lagi dengan senyum tipisnya dia mengajariku...
aku diam dan berusaha mencerna kata-katanya..
agak lama kiranya,perlahan aku mulai mengerti...
"ya.."
aku menimpali,
dan kusambung...
"semua...!"
"manusia, hewan, tumbuhan, batu, bahkan kursi yg sudah kududuki selama dua tahun inipun punya kehidupan.."
"tidak peduli itu bernyawa atau tidak.."
"semua punya jalan masing-masing.."
"g seharusnya kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.."
"batu di jalan yang tak punya nyawa pun kadang di tendang orang, terkikis hujan, atau bahkan ditumbuhi lumut hijau..."
"kenapa manusia, makhluk hidup paling sempurna, hanya bisa berdiam diri layaknya benda mati?"
maafkan aku..
aku g bisa meneruskan pekerjaan ini..
walau aku cuma imajinasimu,
tp aku juga punya kehidupan disini..
"dan kau,dik..."
"yg telah 'memberi' kehidupan.."
dia hanya tersenyum..
dan aku mulai mengakui perasaan ini...
""mati bukan berarti 'tak hidup'..
hidup bukan berarti 'tak mati'..""
itulah arti malam...
*Arti Malam*
-to be continued-
Thursday, June 3, 2010
Malam dari dan untuk Dika... (arti malam)
Subscribe to:
Posts (Atom)

